Senin, 29 Januari 2018

About Me

ABOUT ME

            Hi, nama saya Ruth Anjelya Chovita, biasa dipanggil Ruth. Saya lahir di Malang, tanggal 3 Mei, 18 tahun yang lalu. Sekarang saya kuliah di Universitas Malang jurusan Komputer, Inggris Perbankan di PROBIS. Saya tinggal dengan orang tua dan satu adik laki-laki. Hobi saya berganti-ganti. Tapi ada satu yang tetap, yaitu menikmati kopi. Jadi saya membuat artikel mengenai kopi dalam blog saya ini.

Coffee Survey





COFFEE SURVEY

        Survei Membuktikan:

  • 43% peminum kopi mengaku kopi kurang produktif jika tidak minum kopi
  • 63% pekerja rata-rata minum kopi 2 cangkir per hari
  • 28% minum 3 gelas/lebih


        Pecandu kopi berdasarkan pekerjaan:

  • Peneliti, ilmuwan, teknisi lab
  • Marketing/humas
  • Administrasi pekerjaan
  • Editor/penulis
  • Administrasi kesehatan









Cara terbaik minum kopi



Cara Terbaik Minum Kopi


  • Gunakan air rebusan ketimbang air dispenser
  • Seduh dengan suhu 75-80° C
  • Jika air mendidih, tunggu sejenak sebelum menyeduhnya dengan kopi


Waktu Terbaik untuk Minum Kopi

                Waktu terbaik minum kopi adalah jam 09.30-11.30 pagi saat kortisol dalam tubuh sedang rendah. Kafein berinteraksi dengan hormone kortisol yang membantu meregulasi jam internal tubuh dan meningkatkan kewaspadaan. Hormon kortisol berada pada titik yang tinggi sesaat setelah bangun jam 8-9 pagi. Lalu sekitar jam 12.00-13.00 dan 18.00-19.00. Minum kopi saat hormone kortisol sedang tinggi = membutuhkan jumlah kafein yang lebih banyak setiap pagi untuk mendapatkan efek yang sama

Manfaat kopi



MANFAAT KOPI


  1. Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein. 
  2.  Mengandung antioksidan yang cukup banyak. Ini membantu menangkal efek yang merusak dari radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun
  3. Mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap.
  4. Menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin
  5. Mencegah serangan jantung.
  6. Dalam beberapa kasus, bisa membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan.
  7. Akhir-akhir ini dimanfaatkan untuk program penurunan berat badan dan obesitas karena bias melepaskan glukosa dan meningkatkan metabolisme lemak.
  8. Bisa menurunkan resiko HIV jika sering mengonsumsi.
  9. Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh).